<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BERITA &#38; ARTIKEL - NUANSA SASAK</title>
	<atom:link href="http://pakmansur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pakmansur.wordpress.com</link>
	<description>PENDIDIKAN-SIBOLGA - MALANG - LOMBOK - KOMPUTER</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 11:45:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pakmansur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BERITA &#38; ARTIKEL - NUANSA SASAK</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pakmansur.wordpress.com/osd.xml" title="BERITA &#38; ARTIKEL - NUANSA SASAK" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pakmansur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Belajar Jadi Saudagar dan Sekolah Menjadi Pegawai</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/belajar-jadi-saudagar-dan-sekolah-menjadi-pegawai/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/belajar-jadi-saudagar-dan-sekolah-menjadi-pegawai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[SASAK SEKILAS]]></category>
		<category><![CDATA[DIDIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kalau mau kaya buat apa sekolah&#8221; itulah potongan kalimat Bob Sadino dalam sebuah acara talkshow di sebuah TV Nasional. Pasti banyak orang yang menonton acara tersebut, apalagi disamping OM Bob yang selalu bercelana pendek ada sicantik Catherine Wilson yang berhasil menembus dunia entertainment dengan hanya mengantongi ijazah SMA. Eiith&#8230; Anak malas jangan senang dulu ..! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=86&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kalau mau kaya buat apa sekolah&#8221; itulah potongan kalimat Bob Sadino  dalam sebuah acara talkshow di sebuah TV Nasional. Pasti banyak orang  yang menonton acara tersebut, apalagi disamping OM Bob yang selalu  bercelana pendek ada sicantik Catherine Wilson yang berhasil menembus  dunia entertainment dengan hanya mengantongi ijazah SMA.<br />
<span id="more-86"></span><br />
Eiith&#8230; Anak malas jangan senang dulu ..!<br />
Lanjutan dari kalimat itu adalah kunci keberhasilan itu terletak pada  kemampuan seseorang untuk belajar. Dan belajar disini berarti bukan  sekedar sekolah. Intinya kalau kita mau berhasil dalam setiap sisi  kehidupan maka kita harus belajar dan belajar. Terlalu banyak bukti  orang yang berhasil tanpa sekolah, walaupun tidak sedikit orang yang  berhasil melalui jalur sekolah, dan tak terbilang bukti orang yang  hancur gara-gara gagal sekolah. Kenyatan itu cukup menjadi gambaran  bahwa sekolah dalam arti belajar akan sangat menentukan kualitas  kehidupan kita.</p>
<p>Pertanyaannya, mana yang lebih penting SEKOLAH atau BELAJAR ?<br />
Jawabannya, Belajar itu penting, tetapi sekolah itu perlu !</p>
<p>Belajar adalah proses, learning to know, learning to do, learning to live together and learning to be. Idealnya itulah yang dilakukan oleh  lembaga yang bernama sekolah. Sekolah harus mengajarkan siswanya untuh  tahu ilmunya, bisa menerapkan ilmunya, dengan ilmunya bisa hidup  bersama, dan dengan ilmunya bisa menjadi seseorang yang mengambil  posisi tertentu dalam masyarakat. Namun kenyataannya memang tidak  semulus itu. Banyak faktor yang menyebabkannya, bisa sekolah/guru yang  tidak edukatif, bisa murid/orang tua yang tidak concern, dan bisa masyarakat/pemerintah yang tidak kondusif.</p>
<p>&#8220;Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri cina&#8221; itulah semboyan nenek moyang  kita, barangkali itulah yang diterapkan orang semisal Bob Sadino atau  Lim Siu Liong, mereka belajar dalam artian sesungguhnya, dari know  sampai be, dari segala sumber pelajaran dengan atau tanpa sekolah (dan  ingat ada faktor nasip mujur). Jika kita merasa tidak se-cerdas  (se-mujur) orang-orang yang saya sebutkan di atas, maka jalan teraman  adalah belajar dan sekolah. Tetapi bila disekolahpun kita tidak mau  belajar, maka bersiaplah untuk menjadi Drs(Di rumah saja), SPd  (Sarjana Paruh dukun), MM (mondar-Mandir), Msc (Mantan supir camat)  atau Phd (Pulang2 habisin duit)dan terakhir hanya diterima jadi satpol PPPPPPP (pergi pagi pulang petang penghasilan pas pasan)</p>
<p>Baiklah, Kunci utamanya adalah Belajar. Kalau kita mampu sekolah maka  jalan terbaiknya adalah belajar ilmu dasar di sekolah, di luar sekolah  belajar ilmu kehidupan. Memang jamannya menuntut Ijazah sekolahan,  walaupun Ijazah bukanlah satu-satunya jaminan ilmu seseorang. Maka  isilah sisa waktu sekolah untuk belajar ilmu dan kecakapan hidup,  bukan sekedar menghabiskan waktu di lembaga kursus atau bimbingan  belajar yang hanya akan membuat mukamu lebih tua dibanding  kecerdasanmu.</p>
<p>Kalau kita belajar hanya disekolah, maka kita bisa menjadi pegawai  negeri yang baik.  Kalau kita belajar tanpa sekolah kita bisa menjadi pengusaha/wiraswastawan yang kaya.  Tetapi kalau kita belajar dan sekolah , bukan tidak mungkin kita  menjadi pegawai dan pengusaha yang melebihi Bob Sadino.</p>
<p>Kesimpulannya:<br />
Belajarlah karena itu penting untuk hidup yang layak, tetapi tetaplah  sekolah karena itu perlu untuk bekerja mapan.  Memang baik menjadi pengusaha sukses, tetapi lebih baik menjadi  pegawai yang memiliki usaha yang sukses.  Celakalah orang yang tidak mau belajar, dan lebih celaka lagi orang<br />
yang sekolah tanpa belajar.</p>
<p>Ditulis untuk <a href="http://www.sasak.org">Sasak.Org</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=86&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/belajar-jadi-saudagar-dan-sekolah-menjadi-pegawai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Untuk Mempertahankan Pekerjaan, Pekerjaan Untuk Mempertahankan Hidup</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/hidup-untuk-mempertahankan-pekerjaan-pekerjaan-untuk-mempertahankan-hidup/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/hidup-untuk-mempertahankan-pekerjaan-pekerjaan-untuk-mempertahankan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[SASAK SEKILAS]]></category>
		<category><![CDATA[SASAKNESS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Jangan skeptis dulu…. 1. Dua kalimat judul diatas bisa jadi akan merubah jalan hidup anda. 2. Dua kalimat judul diatas bisa jadi akan membuat anda menyesal. 3. Dua kalimat judul diatas bisa jadi akan memberi anda kedamaian. HIDUP UNTUK MEMPERTAHANKAN PEKERJAAN. Kedamaian adalah apabila mengingat hari kemarin tidak menyesal, apabila melihat hari ini tidak khawatir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=83&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan skeptis dulu….<br />
1. Dua kalimat judul diatas bisa jadi akan merubah jalan hidup anda.<br />
2. Dua kalimat judul diatas bisa jadi akan membuat anda menyesal.<br />
3. Dua kalimat judul diatas bisa jadi akan memberi anda kedamaian.<br />
<span id="more-83"></span><br />
HIDUP UNTUK MEMPERTAHANKAN PEKERJAAN.<br />
Kedamaian adalah apabila mengingat hari kemarin tidak menyesal, apabila melihat hari ini tidak khawatir, dan apabila membayang hari esok tidak menakutkan. Kedamaian sebenarnya adalah sebuah pekerjaan. Jika orang awam menganggap pekerjaan sama dengan uang, lalu keuangan diukur dengan kekayaan, maka sebenarnya orang kaya hanyalah orang yang bila bertemu orang lain tidak takut ditagih, bila memasuki rumah makan tidak takut uangnya kurang, dan jika memasuki pusat perbelanjaan tidak hawatir dengan harga barangnya.</p>
<p>Pekerjaan yang baik adalah bukan pekerjaan yang sekedar mendatangkan uang banyak kepada anda, tetapi bukan pekerjaan yang tidak dapat memberi kehidupan untuk anda. Bukan sebuah kantor megah dengan gaji tinggi yang siap mengeksploitasi harga diri anda, bukan sebuah ruangan dimana anda siap menerima perintah saja, dan bukan juga sebuah kursi yang hanya bisa diperoleh dengan curang. Tetapi pekerjaan (tempat kerja, jenis kerja, tujuan kerja, hasil kerja) yang baik adalah dunia dimana anda bisa mengatakan hidup saya untuk mempertahankan pekerjaan ini.</p>
<p>PEKERJAAN UNTUK MEMPERTAHANKAN HIDUP.<br />
Menyesal tidak akan mengubah air mata menjadi mata air. Tidak berguna dan jangan pernah lakukan! Menyesal hanya boleh dilakukan pada saat kita sudah berada jauh didepan pintu penyesalan itu. Sebenarnya orang yang akan bahagia adalah orang yang akan menyesal. Anda akan mulai menyesal manakala anda menyadari bahwa pekerjaan anda selama ini hanyalah untuk mempertahankan hidup anda. Segitu lemahnya posisi anda (dari fungsi maupun hasil) telah membuat anda terlalu sibuk untuk sekedar bertahan hidup. Kantor itu terasa sempit untuk sekedar mencari celah rizki, ruangan anda terasa sesak untuk sekedar melepaskan imaginasi, atau mungkin kursi anda terlalu rapuh untuk sekedar menahan idealisme. Jika demikian segeralah ubah pekerjaan anda, bangun kantor anda, bukalah pintu ruangan anda, dan buanglah kursi anda, sebentar lagi anda akan jauh dari pintu penyesalan itu, dan meninggalkan pekerjaan yang hanya cukup untuk mempertahankan hidup anda.</p>
<p>MERUBAH JALAN HIDUP<br />
Jalan hidup bagaikan anak ayam dalam genggaman tangan anda sendiri. Misalkan genggaman itu anda sembunyikan dibalik badan, lalu bertanyalah kepada seorang sahabat anda. ”Apakah anak ayam itu akan mati?” Jika orang lain mengatakan akan mati, maka lepaskan genggaman anda dan anak ayam itu akan tetap hidup. Jika orang lain mengatakan tetap hidup maka perkuat genggaman anda hingga anak ayam itu mati. Jika orang itu adalah sahabat sejati maka dia akan mengatakan bahwa hidup atau matinya anak ayam itu tergantung kemauanmu, dan hanya kamu dan tuhanmu yang tahu, bukan orang lain. Seorang sahabat sejati hanya dapat membantumu untuk merubah jalan hidup tanpa harus mengganti jalannya.</p>
<p>Ditulis untuk <a href="http://www.sasak.org">Sasak.Org</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=83&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/hidup-untuk-mempertahankan-pekerjaan-pekerjaan-untuk-mempertahankan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu Tidak Penting Tetapi Perlu, Gelar Tidak Perlu Tetapi Penting</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/ilmu-tidak-penting-tetapi-perlu-gelar-tidak-perlu-tetapi-penting/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/ilmu-tidak-penting-tetapi-perlu-gelar-tidak-perlu-tetapi-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[SASAK SEKILAS]]></category>
		<category><![CDATA[SASAKNESS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Satu-satunya alasan yang membuatnya senang begitu ujian skripsi selesai adalah bahwa “Dia tidak akan menemukan ujian lagi” Ujian yang dimaksudnya adalah soal-soal ulangan sekolah, ujian semester, dan bentuk-bentuk tes lainnya. Dan… .. terakhir adalah Ujian Skripsi. Mengapa demikian, karena selama ini dia merasa bahwa ujian adalah sesuatu yang tidak dia senangi tetapi terpaksa harus dilaluinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=81&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu-satunya alasan yang membuatnya senang begitu ujian skripsi selesai adalah bahwa “Dia tidak akan menemukan ujian lagi” Ujian yang dimaksudnya adalah soal-soal ulangan sekolah, ujian semester, dan bentuk-bentuk tes lainnya. Dan… .. terakhir adalah Ujian Skripsi. Mengapa demikian, karena selama ini dia merasa bahwa ujian adalah sesuatu yang tidak dia senangi tetapi terpaksa harus dilaluinya dengan sebaik-baiknya. Jujur saja dia tidak suka dengan bentuk, model maupun budaya ujian sekolahan yang bagi dia tidak menunjukkan kemampuan sebenarnya dari seseorang, tetapi hanya untuk melegalkan selembar ijazah atau sepotong gelar.<br />
<span id="more-81"></span><br />
Terakhir dia berprinsip bahwa mempelajari segala sesuatu bukan agar dia selalu lulus dalam setiap ujian, tetapi itu perlu agar dia menguasai segala sesuatu dan dapat memilihnya dengan baik sesuai keperluan kehidupan dia. Sedangkan untuk menghadapi ujian yang sangat penting untuk kelulusan, dia cukup mengetahui materi pelajaran yang penting-penting saja(baca satu malam sebelum ujian ) dan besoknya silang/isi lembar jawabannya, selesai, titik.</p>
<p>Alhasil, nilai ujian semesternya memang tidak memuaskan banyak orang (dia sendiri sangat puas karena sudah lebih dari sekedar lulus).  Sangat berbeda ketika dia SMA karena rangking pertama tidak pernah lepas hingga tamat, tetapi dia merasa tidak mendapatkan sesuatu yang perlu dan berharga dari hasil itu, bahkan untuk mendapatkan seorang pacar saja dia tidak bisa. Lain halnya ketika dia kuliah dengan IPK yang mungkin tidak berharga tetapi dia mendapatkan semua pelajaran yang perlu untuk hidup, dan bahkan dia bisa mendapatkan istri dari salah satu kegiatan saja.</p>
<p>Tidak berlebihan kalau dia sangat senang ketika ujian skripsi berakhir dan dia dipastikan mendapat nilai A, karena skripsi itu merupakan hasil pencariannya dari hampir semua skripsi di perpustakaan  ikip malang selama tiga semester hanya untuk membuat sesuatu yang berbeda. Keluar kampus dia yakin tidak akan menemukan ujian atau tes lagi, termasuk ujian masuk pegawai negeri karena dia lulus dengan status beasiswa ikatan dinas (TID). Dia pun tidak akan sanksi untuk mengajar disekolah mana saja, karena selama kuliah dia tidak sibuk belajar kuliah tetapi sempat mengajar di beberapa bimbingan belajar, dan diapun tidak gentar untuk mengajar anak kuliahan karena selama kuliah tidak selalu duduk dibangku mahasiswa tetapi pernah menjadi asisten dosen.</p>
<p>”Akhirnya Lulus Juga”. Dan diapun pulang kampung walau perasaan was-was apakah ilmunya sudah cukup hanya untuk menyandang gelar SPd yang di kampungya dianggap lebih penting ketimbang  ilmunya.   Dia sering melihat orang yang pulang haji lalu diberi gelar ”tuan” dan setiap pertemuan dusun pak tuan selalu diberi tempat dan waktu untuk bicara, bahkan setiap Jum’at kerap dipaksa menjadi khatib dan selalu didahulukan untuk menjadi imam.  Tetapi dia sadar ilmunya belum setaraf dengan kebutuhan orang dusun, walaupun ternyata dia diterima di setiap sekolah/kampus yang dia datangi dengan membawa ilmu yang dibutuhkan di tempat itu, sesekali saja dia harus menunjukkan gelarnya untuk lebih meyakinkan. </p>
<p>Pilihan terakhirnya jatuh ke UNRAM, dengan sedikit menunjukkan kemampuan plus keberanian dan penampilan yang sok meyakinkan untuk menembus gedung rektorat yang paling keren segumi sasak, terbukalah ruangan Prof. Widodo/Rektor saat itu. ”Saya menghargai kemampuan saudara untuk menjadi Dosen Kimia, tetapi peraturan dosen UNRAM minimal harus MPd/Msi”. Itulah jawaban yang tersirat dari rekomendasi rektor yang menyatakan dia diterima sebagai Teknisi Laboratorium dan disarankan kerja langsung sambil menunggu SK. Ok..lah. Dia pun menerimanya karena dijanjikan juga kalau ada kesempatan S2 nanti akan diikutkan, baru sah menjadi dosen. ”Memang gelar penting juga”?!.</p>
<p>Namun sekali lagi nasip mengatakan lain, Sebelum SK di UNRAM turun sebuah telegram dari pak Wardiman/ Mendiknas saat itu, menuliskan bahwa SK saudara telah diterbitkan untuk SMA Negeri Plus Matauli Sibolga atas kerjasama pemerintah dengan pak Feisal Tanjung/Pangab saat itu dan pak Akbar Tandjung/Menpera saat itu, dan harus segera ke Jakarta untuk pembekalan ke UI dan SMA TN Magelang. Terakhir dia ketahui bahwa enam orang lulusan TID yang teratas dari tiap jurusan di IKIP Malang diboyong semua ke Sibolga, bersamaan dengan lulusan TID yang sama dari IKIP Surabaya, IKIP Yogya, IKIP Bandung dan IKIP Jakarta. Pada saat pembekalan itu sempat terjadi dialog iseng, ”Mungkin saya dikira orang Jawa ya&#8230; makanya saya ditarik juga ke Sibolga”. Lho&#8230; kenapa ? tanya seorang kawan. ”Orang Jawa kan hebat-hebat, pantes dipilih pak Feisal/pak Akbar”, jawabnya menyindir. ”Akh&#8230; Aku saja tadi ngira kamu orang Jawa,  kok iso ngomong Jowo”, ”Kita dipilih kesana berarti kita sama-sama dinilai mampu&#8230;.. sasak, jawa, sunda, atau betawi sama &#8230;. dst”. Jawab kawan lainnya.</p>
<p>Di kampoengnya yang  baru itu diapun kembali mendapat pelajaran baru, bahwa Sebenarnya guru adalah pelajar dari murid-muridnya, gelar SPd pun tidak berarti kecuali bekal kemampuan untuk belajar ilmu baru dan baru. Satu hal yang pasti sebagai guru, pelajaran yang dia peroleh dari SD (gak sempat TK lho&#8230;) sampai kuliah telah membuat dia memberi pelajaran dan penilaian ke siswa dengan tidak hanya berdasarkan buku dan hasil ujian berupa skor test. Dia lebih menyukai siswa yang pinternya sedang-sedang tetapi banyak akalnya (logika dan kretifitasnya jalan) ketimbang siswa-siswa yang pinter sekali tetapi pendiam (terlalu baik, penurut dan pasiv).</p>
<p>Kepada rekan-rekan guru dalam setiap diklat yang dia sajikan di beberapa sekolah, diapun selalu mengajak untuk membuat pembelajaran yang bermakna melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini untuk mengajar maupun belajar sendiri. Bukan tingkat kesulitan materi yang menjadi perhatian tetapi tingkat pemahaman siswa yang menjadi penentu. Bukan sekedar siswa pinter (nilai tinggi) yang kita hasilkan tetapi lebih penting adalah siswa cerdas yang kreatif. Bukan habisnya materi yang menjadi tujuan hadir dikelas tetapi ketuntasan pembelajaran yang menjadi tujuan. Bukan kepuasan karena semua siswa lulus UAN yang menjadi kenangan tetapi kepuasan karena kita dan siswa sama-sama memperoleh pelajaran yang berharga dari setiap detik pertemuan  yang akan memberi kita  umur panjang untuk terus menerus belajar.</p>
<p>Mungkin guru didusunnya masih seperti tuan yang baru pulang haji, atau sudah mendapat gelar tuan guru ? Sebagai guru dia tidak akan menyangsikan mereka belum berbuat yang terbaik ! Sebagai anak dusun dia masih risau ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=81&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/ilmu-tidak-penting-tetapi-perlu-gelar-tidak-perlu-tetapi-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembeli Adalah Raja, tetapi Penjual Adalah Maharaja</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/pembeli-adalah-raja-tetapi-penjual-adalah-maharaja/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/pembeli-adalah-raja-tetapi-penjual-adalah-maharaja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[SASAK SEKILAS]]></category>
		<category><![CDATA[SASAKNESS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja komunitas sasak terguncang oleh istilah paling romantis “Pulang Kampung”. Pulang ke kampung halaman memang tidak dimiliki semua orang. Mungkin hanya separuh penduduk dunia ini yang punya istilah pulang kampung, setengah dari itu adalah orang Indonesia, dan setengah Indonesia itu adalah orang Lombok. Mungkin setengah orang Lombok itu adalah sasak diaspora, dan hanya setengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=77&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba saja komunitas sasak terguncang oleh istilah paling romantis “Pulang Kampung”. Pulang ke kampung halaman memang tidak dimiliki semua orang. Mungkin hanya separuh penduduk dunia ini yang punya istilah pulang kampung, setengah dari itu adalah orang Indonesia, dan setengah Indonesia itu adalah orang Lombok. Mungkin setengah orang Lombok itu adalah sasak diaspora, dan hanya setengah sasak diaspora yang mau pulang kampung. Mungkin juga hanya setengah dari yang pulang kampung itulah yang merasakan “Pulang Kampung “ yang romantis.<br />
<span id="more-77"></span><br />
Seorang teman dusun saya bertanya tentang kapan saya akan pulang ke kampung halaman, saya bukannya menjawab tetapi malah balik bertanya, “kampung halaman mana yang anda maksud?”, dengan pasti dia menjawab “Lombok lah …mana lagi?”. Dengan sedikit menjelaskan saya jawab “ Benar, kampung saya memang di Lombok, tetapi halaman (baca: penghidupan) saya di Sibolga”. “Lalu kemana saya harus pulang”. Setelah itu diapun bingung juga. Sayapun lebih menegaskan lagi bahwa ketika liburan di Lombok habis, sayapun akan mengatakan “Saya akan pulang ke Sibolga”, saya tidak mengatakan “Saya akan merantau lagi ke Sibolga”.</p>
<p>Lalu teman itu melanjutkan ceritanya kalau sebenarnya dia punya banyak sekali kawan yang tinggal dan berkembang di luar daerah bahkan di luar negeri. Dilanjutkan dengan keheranannya mengapa tidak ada niatan dari raja-raja lombok untuk memanggil pulang mereka ke kampung dan atau menetap kembali di kampung halamannya. Memang ada yang mereka panggil bahkan paksa untuk kembali tetapi itu sesuai selera mereka, bukan sesuai kebutuhan mereka, yah… palingan keluarga mereka, atau yang diakuinya sebagai kelurganya saja….Mentang-mentang mereka raja sih… kayaknya mereka bebas menentukan siapa yang mereka beli…. Katanya agak putus asa. Lho.. jadi mereka sangat faham kalau “ PEMBELI ADALAH RAJA” kata saya, berarti mereka menganggap lombok adalah miliknya sehingga dialah yang menentukan siapa-siapa yang berhak mengurus lombok itu, dan mungkin sasak diaspora dianggap sebagai penjual ide dan gagasan saja yang mau dibeli atau tidak bukan urusan orang lain (Untung mereka tidak bilang bukan urusan Tuhan juga). Kecuali di kasih (datang/pindah sendiri) mereka ambil sebagai pesuruhnya dan tidak akan diberi peluang berkembang dan untuk menutupi kelemahannya mereka tidak segan-segan bilang “Eh semeton…jangan lupa kampung halaman ya!”</p>
<p>Saya menebak-nebak kalau kecendrungan inilah yang membuat sasak diaspora sampai saat ini enggan untuk pulang kampung, “Mau pulang tidak terpakai, nggak pulang dianggap lupa …” kata seorang semeton. “Jangan pulang … kalau 3 bulan berikutnya kamu akan momot meco juga” cegah semeton lainnya. “Ingin ikut membangun kalaupun tidak harus hijrah” pilihan semeton lainya. “tunggu kita kaya dan kuat dulu…” saran seorang semeton lagi. Dengan sedikit geram saya berteriak kalau datu-datu lombok merasa sebagai “PEMBELI ADALAH RAJA” maka diaspora harus membungkam mereka dengan prinsip “PENJUAL ADALAH MAHARAJA” .</p>
<p>Sebenarnya seseorang tidak mudah untuk mengambil keputusan pulang kampung, banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan banyak untung rugi yang harus diperhitungkan, terlebih bagi seorang diaspora. Pengakuan sebagai diaspora bukanlah simbol belaka, melainkan buah dari perjuangan panjang dan melelahkan tanpa mengharap apapun dari kampung. Kalau ada keinginan para sasak diaspora pulang kampung sebenarnya adalah wujud kepedulian bukan sebuah kewajiban, adalah sebuah keperluan bukan sebuah kebutuhan. Betapa sasak diaspora lelah untuk mengekang warisan budaya yang melekat untuk sekedar melepaskan potensinya yang terkubur di kampung. Betapa sasak diaspora sibuk untuk memilih karakter yang terlanjur identik untuk sekedar membuat pilihan yang berbeda. Lalu setelah semua itu dilalui dengan merasakan kekuatan makna diaspora, siapakah yang berhak menyuruh kita pulang kampung?</p>
<p>Memang seorang raja dapat memilih dengan congkaknya siapa-siapa yang akan menjadi bawahannya, dan dapat juga menetukan siapa-siapa orang yang berhak mendekatinya, dan bahkan bisa memberantas siapa saja orang yang akan melawanya. Tetapi diatas RAJA ada MAHARAJA. Bagi diaspora kemampuan bertahan dan berkembang tanpa asuhan tanah kelahiran adalah bukti bahwa potensi mengembangkan tanah kelahirannya pasti ada. Tetapi sebagai Maharaja, diaspora berhak dan dapat memilih Raja yang tepat untuk diajak duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Maharaja tahu persis dimana dia dibutuhkan bukan sekedar diperlukan, dan diaspora tahu kapan dia berbagi, kapan dia akan hijrah, dan kapan dia pulang ke kampung dengan atau tidak membawa serta halamannya.</p>
<p>“Kamipun tidak ingin pulang hanya dibawa dalam gorong batang” pesan seorang semeton, yang menyiratkan bahwa kalau tidak bisa berbuat, kalau tidak diberi ruang hati, kalau tidak dipandang sebagai pemilik lombok, kalau Raja tidak sanggup membeli Maharaja, buat apa kita pulang. Kalaupun pulang hanyalah untuk keperluan semata bukan sebuah kebutuhan, karena sebenarnya yang harus membeli adalah para raja sedangkan Maharaja boleh menjual boleh tidak. Dan kalaupun nanti diaspora pulang kampung adalah semata atas nama keinginan, kepedulian terhadap nasib seluruh keluarga yang ada di bangsa sasak. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=77&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/pembeli-adalah-raja-tetapi-penjual-adalah-maharaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Bodoh Yang Pintar dan Orang Pintar Yang Bodoh</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/orang-bodoh-yang-pintar-dan-orang-pintar-yang-bodoh/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/orang-bodoh-yang-pintar-dan-orang-pintar-yang-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[SASAK SEKILAS]]></category>
		<category><![CDATA[SASAKNESS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Marilah kita berbagi kebodohan dan kepintaran. Saya tidak pernah menganggap orang lain itu bodoh seperti juga saya tidak akan pernah memandang orang lain itu pintar. Sebenarnya batasan bodoh dan pintar itu tidak pernah ada, yang ada hanyalah pilihan untuk menjadi orang bodoh yang pintar atau orang pintar yang bodoh. Karena kedua tipe manusia inilah dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=75&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marilah kita berbagi kebodohan dan kepintaran. Saya tidak pernah menganggap orang lain itu bodoh seperti juga saya tidak akan pernah memandang orang lain itu pintar. Sebenarnya batasan bodoh dan pintar itu tidak pernah ada, yang ada hanyalah pilihan untuk menjadi orang bodoh yang pintar atau orang pintar yang bodoh. Karena kedua tipe manusia inilah dunia bisa hidup dan saling mengisi dalam kekurangan, saling menerangi dalam kegelapan dan saling memberi dalam kebersamaan. Jika saja gumi sasak memiliki keduanya niscaya tidak akan ada DASAN MOMOT yang dikuasai oleh DATU MECO.<br />
<span id="more-75"></span><br />
Orang bodoh yang pinter adalah orang-orang yang beruntung sejak awal dia membawa sifat kebodohan tetapi memiliki pemikiran yang pinter untuk diri dan lingkungannya. Bukankah Henry Ford, Dell, Bill Gates, Bob Sadino, Lim Siu Liong, Tomy Suharto adalah orang-orang yang dianggap bodoh dan bangga dengan kebodohannya, merupakan orang-orang yang berhasil saat ini. Beribu orang pintar menjadi bawahannya bahkan ratusan ribu keluarga orang pinter menggantungkan nasib padanya.</p>
<p>Jika orang bodoh males kerja maka dia akan merekrut orang-orang pintar yang rajin sebagai bawahannya, kalau dia merasa sering salah dia akan menyuruh orang pintar yang tidak pernah salah untuk mengonsep programnya, dan jika dia tidak sanggup berpikir jauh seperti insinyur  maka dia akan mencari uang untuk mendanai proposal yang diajukan insinyur. Orang bodoh biasanya mudah mengambil kesimpulan sementara orang pintar banyak pertimbangan, makanya orang bodoh lebih cocok menjadi Bos dan lebih menyenangi kerja kantoran. Walhasil, orang-orang bodoh yang pintar seperti itulah yang kita harapkan mengisi kantor-kantor gumi sasak, sehingga mereka pintar memikirkan dasan-dasan yang momot. Kalaupun saat ini merasa tidak beruntung karena belum memiliki kantor, maka dia akan berpikir seperti Henry Ford dan kawan-kawannya. Kalau tidak berpikir pinter atau memaksakan masuk kantor  maka dasan dan kantor akan berisi orang-orang yang sama yaitu bodoh yang momot meco.</p>
<p>Orang pintar adalah orang yang beruntung sejak dari dalam kandungan, tetapi keberuntungan itu sering membuat orang pintar terlalu asyik belajar dengan sekolahannya,  ketika sekolah selesai dia  merasa paling pinter sehingga dia tidak butuh pelajaran orang lain apalagi orang bodoh. Orang bodoh saja matanya selalu tertarik melihat uang sedangkan orang pinter saja matanya hanya untuk melihat lowongan pekerjaan, kalau dia lolos maka kantor-kantor akan berisi orang-orang yang pinter meco. Kalau dia menguasai sesuatu bukannya mengajarkan ke orang lain tetapi mempersulit orang lain, dan dia selalu menyalahkan orang lain terhadap apa yang dia sendiri tidak mampu,  bahkan kalau dia menjadi guru atau Tuan Guru dia hanya akan mengajari dirinya sendiri dalam kebodohan.</p>
<p>Gumi sasak membutuhkan orang pinter yang bodoh yaitu orang pinter yang merasa bodoh, sehingga dia terus belajar dari orang pinter yang sukses maupun dari orang bodoh yang gagal. Dia memahami pola pikir orang bodoh sehingga dia mampu bekerja dengan orang bodoh, dia mampu mengimbangi pola pikir orang pinter sehingga dia tidak bisa dibodohi orang pinter. Walhasil, orang-orang pinter yang bodoh cocok menjadi staf dan lebih menyenangi wiraswasta, sehingga kalau dikantor dia akan memberi arah bagi bos yang bodoh, kalauupun dia akhirnya menjadi bos bukanlah karena nasib mujur, bahkan  kalau dia tertinggal di dasan-dasan dia tidak akan momot meco. Dan kalaupun dia tidak bisa membangun dasannya maka dia bukan merupakan beban dasannya.</p>
<p>Terakhir, kalaupun kita merasa bodoh atau memang bodoh maka ubahlah gaya berpikir kita seperti orang pinter, dan kalau kita merasa pinter dan memang pinter ubahlah gaya berpikir kita supaya merasa tetap bodoh. Dunia tidak menyukai orang pinter terus tetapi lebih tidak menyukai orang yang bodoh terus. Dasan kita menginginkan orang yang mau berpikir dan lebih membutuhkan orang yang mampu berbuat, dasan kita masih memerlukan orang-orang yang masih punya ide tetapi sudah muak dengan orang-orang yang membunuh idenya sendiri.</p>
<p>Mohon Maaf<br />
Dan<br />
Horas Meton<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=75&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/orang-bodoh-yang-pintar-dan-orang-pintar-yang-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Kota Menjadi Orang Desa, Vice Versa</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/orang-kota-menjadi-orang-desa-vice-versa/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/orang-kota-menjadi-orang-desa-vice-versa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[SASAK SEKILAS]]></category>
		<category><![CDATA[AGENDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya anak muda jaman sekarang masih bisa menemukan acara ”matak”, “ngamet”, atau “Berelah” di setiap kampungnya tentu saja tidak sulit untuk menanamkan jiwa kegotong-royongan. Jika saja tradisi “begibung” selalu dijumpai anak-anak di setiap acara atau pesta maka tidak sulit untuk mengasah rasa kekeluargaan. Namun sekarang tradisi “matak”, “ngamet” dan “berelah” telah digilas gogo rancah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=70&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seandainya anak muda jaman sekarang masih bisa menemukan acara ”matak”, “ngamet”, atau “Berelah” di setiap kampungnya tentu saja tidak sulit untuk menanamkan jiwa kegotong-royongan. Jika saja tradisi “begibung” selalu dijumpai anak-anak di setiap acara atau pesta maka tidak sulit untuk mengasah rasa kekeluargaan. Namun sekarang tradisi “matak”, “ngamet” dan “berelah” telah digilas gogo rancah dan pembakaran, dan istilah “begibung” telah termakan prasmanan dan standing party. Memang desa telah mengalami perubahan sosial religius sejalan dengan perkembangan era informasi dan teknologi, yang seolah mengikis karakteristik tersebut.<br />
<span id="more-70"></span><br />
Kalau dulu semua dedare tumpah ke sawah tanpa diundang untuk matak, dengan senang hati sambil “nyaer” dan para teruna sibuk membawa padi untuk dijemur, setelah kering orang tua, teruna, bahkan anak-anak ikut begadang untuk ngamet, beberapa waktu kemudian begadang lagi untuk berelah, semuanya mengalir dengan indah dan mengasyikkan. Semuanya berjalan tanpa uang, hanya dibayar dengan makan bersama. Sungguh nilai sosial yang sangat tinggi disamping keyakinan bahwa membantu orang lain akan mendapatkan pahala/kebaikan. Sebuah paduan sosial religius yang tak akan pernah ada lagi di bumi ini.</p>
<p>Sekarang semua telah berganti. Bukan saja orang desa yang ramai-ramai menjadi urban, tetapi orang-orang desa pun sudah mengganti budaya mereka bak orang kota. Saat ini jangankan tetangga, anak sendirpun harus dibayar untuk membantu orang tuanya. Memang tidak ada lagi kegiatan sosial religius seperti matak, ngamet, atau berelah karena sudah ganti padi gogo rancah, tidak ada lagi palawija karena lebih mengejar tembakau. Dan mungkin hasilnya juga lebih menjanjikan. Tetapi yang sayang adalah mengapa semuanya sekarang berjalan diatas uang tanpa sedikitpun menyentuh nilai sosial apalagi religius.</p>
<p>Kalau saja semua orang desa yang sudah berbudaya orang kota ini juga mempunyai kondisi ekonomi seperti umumnya orang kota yang relatif mampu, maka biarlah semua diukur dengan uang, dengan harapan semuanya berpikir realistis dan strategis sehingga semua bisa bergerak maju bersama, dan ketika kemajuan bisa dicapai bersama kita bisa mengimpor tenaga kerja dari Malaysia sekalipun.</p>
<p>Tapi apa kenyataannya, perubahan sosial yang demikian sporadis tidak diikuti dengan perubahan kemakmuran masyarakat, jurang perbedaan semakin menganga, status sosial semakin kentara, orang-orang berbudaya kota semakin rakus menguasai desanya sementara orang desa yang tetap mendesa terpaksa menjual diri ke negara tetangga. Desa kita telah berganti wajah menjadi kota yang kejam, sementara kota menjadi semakin kejam. Siapakah mau kembali ke desa?</p>
<p>Belakangan muncullah Komunitas Sasak (KS) yang telah terlanjur diisi oleh orang-orang desa yang telah meninggalkan desanya yang sudah menjadi kota kecil yang individualistik dan mudah curiga, Bahkan kota kecil itu tidak dapat menerima putranya sendiri, kota kecil itu telah mempunyai orientasi sendiri dan menggunakan kekuatannya sendiri untuk mempertahankan dirinya sendiri. Lalu ke desa kemanakah KS akan tinggal ?</p>
<p>KS adalah sebauh rural community yang seharusnya kita artikan sebagai masyarakat yang anggota-anggotanya hidup bersama di suatu lokalitas maya, yang seorang merasa dirinya bagian dari kelompok, kehidupan mereka meliputi urusan-urusan yang merupakan tanggungjawab bersama dan masing-masing merasa terikat pada norma-norma tertentu yang mereka taati bersama. Dengan demikian sebenarnya KS adalah desa baru di wilayah lombok baru yang memiliki tatanan masyarakat baru. Para Elemen KS dulu adalah orang-orang desa yang telah pindah ke kota, namun sekarang merupakan orang-orang kota yang telah menjadi orang desa.</p>
<p>Sebagai komunitas orang desa maka KS tidak perlu melakukan urbanisasi ke kota apalagi ke kota kecilnya sampai suatu saat elemen-elemen KS telah benar-benar menjadi orang desa yang paham dengan kebutuhan dirinya dan kota yang akan ditempatinya. Memelihara eksistensi kedesaan sebagai elemen KS adalah sebuah kewajiban yang nantinya akan menjadi sebuah kekuatan. Belajar dan bekerja dengan semangat pedesaan nantinya akan sangat berguna untuk memutar lokalitas maya menjadi dunia nyata. Jika waktunya tiba urbanisasi KS ke kota kecilnya bukan untuk menambah deretan panjang catatan permasalahan, tetapi justru untuk merentas deretan panjang menjadi kepingan-kepingan kecil yang dapat dibagi-bagi dalam tanggung jawab bersama.</p>
<p>Waktu itu tidak akan tiba dan tidak akan pernah ada karena waktu tidak pernah hilang. Waktu itu tidak akan diberikan orang lain karena kitalah yang memilikinya. Sekarang kita tengah mengumpulkan ide bersamaan dengan membagi ide itu, sekarang kita adalah konseptor bahkan kaligus ekskutor. Sekarang kita ingin membangunkan orang lain sekaligus membangunkan diri kita sendiri. Dengan membangun komunitas maya ini berarti kita siap membangun desa nyata yang akan menjadi kota baru yang lebih punya harapan tanpa harus berurbanisasi atau jika perlu menjadi urban di desa sendiri.</p>
<p>Mari membangun desa kita</p>
<p>pakmansur</p>
<p>sasak in sibolga</p>
<p>Catatan base Dasan Tinggi untuk :</p>
<p>Matak = panen padi yang dilakukan bergotong royong oleh inak-inak dan dedare.<br />
Nyaer = bernyanyi bersama pada saat matak supaya tidak capek dan bosan<br />
Ngamet = mengikat padi sebelum ditaruh di lumbung, dilakukan semalam suntuk<br />
Berelah = membersihkan sisa jerami sehabis panen, dilakukan bersama malam hari<br />
Begibung = makan bersama pada wadah yang sama<a href="http://sasak.org"></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=70&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/11/12/orang-kota-menjadi-orang-desa-vice-versa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMPN 1 TUKKA  ber ICT</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/03/14/smpn-1-tukka-from-zero-to-hero/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/03/14/smpn-1-tukka-from-zero-to-hero/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 10:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGENDA]]></category>
		<category><![CDATA[DIKLAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Inilah SMP tertua di Tapanuli Tengah,  walaupun masih terlihat bangunan tuanya, tetapi dalam 3 tahun terakhir ini sudah nampak berseri kembali.  Memang itulah yang pertama kali digarap oleh Bpk. Heri Batubara ketika ditempatkan sebagai Kepala Sekolah disini. Saya datang kesana tepat jam 12.00, tetapi karena ada acara lainnya maka diklat di undur sampai Jam 14.00. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=50&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah SMP tertua di Tapanuli Tengah,  walaupun masih terlihat bangunan tuanya, tetapi dalam 3 tahun terakhir ini sudah nampak berseri kembali.  Memang itulah yang pertama kali digarap oleh Bpk. Heri Batubara ketika ditempatkan sebagai Kepala Sekolah disini.<span id="more-50"></span><br />
Saya datang kesana tepat jam 12.00, tetapi karena ada acara lainnya maka diklat di undur sampai Jam 14.00. Tapi syukurlah penyajian materi Bahan Ajar berbasis ICT yang saya sampaikan diklat berjalan lancar, walaupun terlihat para guru sedikit lelah karena sudah 3 hari berturut mengikuti diklat.</p>
<p>Baru sedikit yang dapat saya berikan dan masih banyak yang mereka perlukan untuk pada akhirnya rekan-rekan guru  ini dapat mengintegrasikan ICT dalam pembelajarannya.</p>
<p>Masih banyak motivasi tersembunyi, semoga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=50&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/03/14/smpn-1-tukka-from-zero-to-hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Workshop ICT dan KTSP SMPN 2 Sorkam Barat</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/workshop-ict-dan-ktsp-smpn-2-sorkam-barat/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/workshop-ict-dan-ktsp-smpn-2-sorkam-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 16:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGENDA]]></category>
		<category><![CDATA[DIKLAT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Workshop ICT dan KTSP SMPN 2 Sorkam Barat Mansur / Nara Sumber on 02/23/2009 at 3:08 pm Uhr Media Februari 2009 Tanggal 10 Februari saya ditelpon pak Ali (Kepala SMPN 2 Pandan Nauli), &#8220;Ada Pelatihan ICT di Sorkam&#8221; katanya &#8220;bisa enggak&#8221; , saya langsung menjawab &#8220;OK Boss&#8221; Saya berfikir, di Sorkam yang berjarak 48 Km [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=47&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Workshop ICT dan KTSP SMPN 2 Sorkam Barat</strong></p>
<div style="font-size:10px;">Mansur / Nara Sumber  on 02/23/2009 at 3:08 pm Uhr</div>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="10"></td>
<td width="100%">Media Februari 2009</p>
<p>Tanggal 10 Februari saya ditelpon pak Ali (Kepala SMPN 2 Pandan Nauli), &#8220;Ada Pelatihan ICT di Sorkam&#8221; katanya &#8220;bisa enggak&#8221; , saya langsung menjawab &#8220;OK Boss&#8221;</p>
<p>Saya berfikir, di Sorkam yang berjarak 48 Km dari Pandan dan jalannya rusak bila ditempuh dengan mobil saja minimal 2 jam, &#8221; Akan mengadakan pelatihan ICT ?&#8221; Tapi OK..lah. Yang penting kita coba&#8230; &#8221; dan pasti ini honornya lumayan &#8221; he&#8230;he&#8230;</p>
<p><span id="more-47"></span><br />
Tanggal 12 Februari Saya dengan pak Rudi berangkat agak awal, takut nyasar. Tetapi begitu sampai di depan pintu gerbang SMPN 2 Sorkam Barat, saya terperanjat&#8230; &#8220;Ada toh sekolah sebagus ini di sorkam&#8221; gumamku. Setelah masuk lebih kaget lagi.. ternyata guru2nya masih muda, berseragam, cantik, ganteng dan rapi. Saya langsung berpikir &#8220;Saya tidak salah tempat&#8221;, &#8220;Disini pasti banyak orang cerdas&#8221;.</p>
<p>Begitu ketemu dengan Bpk. Jannes Pardede (Kepala Sekolah) saya menjadi lebih yakin bahwa sekolah ini bakal berkembang pesat. Sekarang berstatus RSSN, dan saya yakin dapat naik menjadi SSN.</p>
<p>Diklat yang dibuka Bpk. Klose Harahap ini berjalan lancar dan bersahabat. yang jelas ini hanyalah awal kata Pak Pardede. Sejalan dengan ditambahnya fasilitas sampai nanti menggunakan CCTV, saya yakin guru2 disitu akan berkembang dengan cepat.</p>
<p>&#8220;Mari mulai ber ICT, Ada Bonus buat guru yang menerapkan ICT di Kelas&#8221;. itulah pesan pak Pardede sang Kepala Sekolah yang Visioner ini.</p>
<p>Good Luck.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=47&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/workshop-ict-dan-ktsp-smpn-2-sorkam-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diklat Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT- SMAN TUKKA</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/diklat-pengembangan-bahan-ajar-berbasis-ict-sman-tukka/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/diklat-pengembangan-bahan-ajar-berbasis-ict-sman-tukka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 16:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOMPUTER]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[AGENDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Diklat Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT- SMAN TUKKA Mansur / Nara Sumber on 02/23/2009 at 2:51 pm Uhr Media Januari 2009 Lagi-lagi Pak. Arif Effendi bikin gebrakan. baru saja 2 minggu beliau ditempatkan di SMAN 1 Tukka, mantan Kepala SMPN 2 Pandan Nauli ini sudah menggelitik pemikiran guru-guru di sekolahnya. Ruangan itu berisi 5 komputer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=44&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Diklat Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT-  SMAN TUKKA</strong></p>
<div style="font-size:10px;">Mansur / Nara Sumber on 02/23/2009 at 2:51 pm Uhr</div>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="10"></td>
<td width="100%">Media Januari 2009</p>
<p>Lagi-lagi Pak. Arif Effendi bikin gebrakan.<br />
baru saja 2 minggu beliau ditempatkan di SMAN 1 Tukka, mantan Kepala SMPN 2 Pandan Nauli ini sudah menggelitik pemikiran guru-guru di sekolahnya.</p>
<p>Ruangan itu berisi 5 komputer (ada yang second) memang belum layak disebut ruang ICT, itupun baru dibeli dengan dana mandiri, kata pak arif. Tetapi kepolosan guru-gurunya yang relatif tua usia membuat diklat ICT ini sebagai ajang bertukan pikiran dan informasi.</p>
<p>&#8220;Berikutnya nanti kita adakan workshop&#8221; kata Pak Arif. Karena memang baru saja selesai Bpk. Sumartono, Kepala SMAN 1 Matauli (BigBoss saya) memberikan terawangan mengenai Sekolah Bertaraf Internasional, yang bersumber dari pengalaman beliau mengikuti pendidikan di Jepang dan Singapura.</p>
<p>Akhirnya, Diklat ini menjadi pemecut inspirasi saya dan guru-guru di sana untuk sekali lagi sadar bahwa kita perlu &#8220;Merging ICT&#8221;</p>
<p>Selamat Bekerja Pak Arif,<br />
menukangi SMAN TUKKa sampai menjadi<br />
&#8221; Not The First, But The Best&#8221;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=44&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/diklat-pengembangan-bahan-ajar-berbasis-ict-sman-tukka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diklat ICT dan Pengembangan KTSP</title>
		<link>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/diklat-ict-dan-pengembangan-ktsp/</link>
		<comments>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/diklat-ict-dan-pengembangan-ktsp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 16:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakmansur</dc:creator>
				<category><![CDATA[AGENDA]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPUTER]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakmansur.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Diklat ICT dan Pengembangan KTSP Mansur / Nara Sumber on 02/23/2009 at 2:38 pm Uhr Medio Januari 2009 Kali ini SMPN 2 Pandan Nauli di Pimpin Oleh Bpk. Mohammad Ali. Dan sebagai salah satu Sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Standar Nasional &#8211; RSSN , Pak Ali mengadakan Diklat Peningkatan SDM, yang salah satu mata diklatnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=41&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Diklat ICT dan Pengembangan KTSP</strong></p>
<div style="font-size:10px;">Mansur / Nara Sumber  on 02/23/2009 at 2:38 pm Uhr</div>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="10"></td>
<td width="100%">Medio Januari 2009</p>
<p>Kali ini SMPN 2 Pandan Nauli di Pimpin Oleh Bpk. Mohammad Ali. Dan sebagai salah satu Sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Standar Nasional &#8211; RSSN , Pak Ali mengadakan Diklat Peningkatan SDM, yang salah satu mata diklatnya adalah Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT.</p>
<p>Tidak berlebihan jika SMPN 2 Pandan Nauli disebut sebagai The Best Of Learning Center di Tapanuli Tengah, karena fasilitas WiFi dengan hotspot sudah mereka pakai sejak Bpk Aris Efendi menjadi Kepala Sekolah. Sehingga Diklat ICT berjalan mulus dan guru-gurunya cepat dan cerdas.</p>
<p>Ada satu moment yang menambah hebatnya acara ini, yaitu Pembukaan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Bpk. Budiman Ginting. Besoknya Materi di sampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan yang baru dilantik, Bpk. Marhite Rumapea. Jadi Diklat yang berlangsung 2 hari ini dihadiri oleh 2 orang Kepala Dinas.</p>
<p>selamat Pak. Ali<br />
Sukses SMPN 2 Pandan Nauli</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakmansur.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakmansur.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakmansur.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakmansur.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakmansur.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakmansur.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakmansur.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakmansur.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakmansur.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakmansur.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakmansur.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakmansur.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakmansur.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakmansur.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakmansur.wordpress.com&amp;blog=3856229&amp;post=41&amp;subd=pakmansur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakmansur.wordpress.com/2009/02/24/diklat-ict-dan-pengembangan-ktsp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aee15689792d14c7b191632bc0bd7565?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">pakmansur</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
